Hakikat Kepemimpinan Camat
kepemimpinan camat adalah tampilan maksimal melebihi apa
yang diharapkan dari aktivitas yang dilakukan oleh pemimpin untuk mempunyai kemampuan
dan ketarmilan dalam mempengaruhi serta
penggerakkan dan berinteraksi setiap kelompok anatu pengikutnya dalam rangka
mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan dengan yaitu; (1) Handal, (2)
Pengaruh, (3) Dorongan, (4) Petunjuk, (5) efesien dan efektif.
Menurut Ryaas Rasyid Muhammad (2000:95)
Mendefinisikan kepemimpinan adalah sebuah konsep yang
merangkum berbagai segi dari interaksi pengaruh antara pemimpin dengan
pengikut dalam mengejar tujuan bersama.
Menurut Kartono dalam Harbani Pasolong, (2008:84)
kepemimpinan adalah
penggeneralisasian suatu seni perilaku pemimpin beserta konsep-konsep
kepemimpinannya, dengan menampilkan latar belakang kemunculan pemimpin dan
kepemimpinan.
Menurut Nawawi Handari, (2004:9). Kepemimpinan
merupakan kemampuan atau kecerdasan,
mendorong, sejumlah orang (dua orang atau lebih) agar bekerja sama
dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terarah pada tujuan bersama.
Menurut Ermaya
Suradinata, 2002:9).
Kepemimpinan adalah
kepemimpinan selalu memiliki tiga unsur yaitu:
1.
unsur manusia,
yaitu manusia yang melaksanakan kegiatan memimpin atas sejumlah manusia lain
atau manusia yang memimpin
dan yang dipimpin,
2.
unsur sarana,
yaitu prinsip dan teknik Kepemimpinan yang digunakan dalam pelaksanaan kepemimpinan, termasuk bakat dan pengetahuan serta pengalaman pemimpin tersebut dan
3.
unsur tujuan,
merupakan sasaran kearah mana kelompok manusia tersebut akan digerakkan menuju
kesuatu maksud tertentu yang hendak dicapai bersama.
Menurut Siagian, (1995:24).
Kepemimpinan
merupakan kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai
pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain, terutama
bawahannya, untuk berpikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui
perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi.
Menurut Moenir , (1998: 18) Kepemimpinan pada dasarnya memiliki pokok pengertian sebagai sikap, kemampuan, proses, atau konsep yang dimiliki oleh seseorang sedemikian rupa sehingga ia ditakuti, dipatuhi, dihormati dan disayangi oleh orang lain dan orang itu bersedia dengan penuh keikhlasan melakukan perbuatan atau kegiatan yang diinginkan oleh orang tersebut.
Menurut Armstrong, (1999:90). Kepemimpinan
adalah sesuatu mengenai mendorong dan membangkitkan individu dan kelompok untuk
berusaha sebaik baiknya untuk mencapai
hasil yang diinginkan. Semua manajer berdasarkan adalah pemimpin dalam arti
bahwa mereka hanya melakukan apa yang harus mereka lakukan dengan dukungan
kelompok mereka, yang harus diberi inspirasi dan dipersuasi untuk mengikuti
mereka. Kepemimpinan diperlukan karena seseorang harus menunjukkan jalan dan
bahwa orang yang sama harus memastikan bahwa setiap orang yang berkepentingan
tiba disana. Kemampuan mempengaruhi sikap orang lain, apakah dia pegawai
bawahan, rekan sekerja atau atasan.Adanya pengikut yang dapat dipengaruhi, baik
oleh ajakan, anjuran, bujukan, sugesti, pemerintah, saran atau bentuk lainnya. Adanya tujuan yang hendak dicapai.
Sesuai
teori diatas dapat disimpulkan kepemimpinan proses mempengaruhi dan berinteraksi
pengikut untuk mencapai tujuan oraganisasi melalui, Menciptakan
visi dan misi, Menciptakan strategis, Memberi
motivasi pengikut, Memberdayakan pengikut, kemampuan dan keterampilan, serta keberhasilan, mencapai tujuan, karena adanya dorongan, semangat, keterbukan, keyakinan, komidmen, kejujuran, serta kepercayaan yang konsisten dalam pelaksanaan organisasi
secara kebersamaan untuk mewujudkan tujuan organisasi yang
berhasil guna.
Menurut Kartini Kartono, (2005:153)
menyatakan
Kepemimpinan Adalah “kemampuan untuk memberikan pengaruh yang
konstruktif pada orang lain untuk melakukan satu usaha kooperatif mencapai
tujuan yang sudah di rencanakan” .
Selanjutnya Menurut Kartini Kartono. (2006:38).
Pemimpin adalah
seorang peribadi yang
memiliki kebaikan dan
kelebihan khususnya di suatu
bidang sehingga ia
mampu menpengaruhi orang-orang
lain untuk bersama-sama
melakukan
aktivitas-aktivitas tertentu,
demi pencapaian satu
atau beberapa tujuan kepemimpinan efektif adalah kegiatan mempengaruhi orang - orang agar
mereka suka berusaha mencapai tujuan–tujuan kelompok mempengaruhi orang – orang
agar mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkannya.
Pendapat Menurut Triantoro Safari, (2004:10)
Kepemimpinan merupakan salah satu fenomena yang mudah
dan diobservasi, tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit untuk
dipahami.
Menurut
Sutarto, (2006:25). Definisi
Kepemimpiana merupakan rangkaian
penataan berupa kemampuan mempengaruhi perilaku
orang lain dalam
situasi tertentu agar bersedia pekerja
sama untuk mencapai
tujuan yang telah
ditetapkan.
Menurut Hadari Nawawi dan M.
Martini Hadari. (2006:11).
Kepemimpinan diartikan
sebagai proses pemberian motivasi agar orang-orang yang dipimpin
melakukan kegiatan atau pekerjaan
sesuai dengan program
yang ada telah
ditetapkan dan kepemimpinan
juga mengarahkan, membimbing, mempengaruhi orang lain,
agar pikiran dan kegiatannya
tidak menyimbang dari tugas pokok
unit atau bidangnya masing-masing.
Berdasarkan definisi diatas kepemimpinan merupakan suatu
proses mempengaruhi orang lain serat memberi contoh oleh pemimpin kepada
pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi untuk mampu menanamkan loyalitas yang tulus kepada bawahan atau
anggota organisasi namun mencapai hasil organisasi adanya dorongan, semangat,
keterbukaan, berpartisipasi dan keyakinan,
komidmen, kejujuran, serta kebercayaan yang konsisten dalam pelaksanaan
organisasi secara kebersamaan.
MENURUT Veithzal Rivai, MBA (2008: 1-3).
Mendefinisikan
kepemimpinan merupakan kepemimpinan secara luas melibuti proses mempengaruhi
dalam menetukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai
tujuan, mempengaruhi dan memperbaiki kelompok dan budaya.
Menurut Ermaya
Suradinata. (1997:39).
Kepemimpinan merupakan
inti proses pengendalian atau sering disebut inti dari manajemen. Melalui
tingkah laku dalam tugas seorang pemimpin
dapat diketahui cara porses mengendalikan proses kegiatan, misalnya cara
member tahu apa yang harus dilakukannya, dilihat dari perilaku dan
kepribadiannya yang sulit untuk berubah, sehingga mudah untuk memperkirakan
kepemimpinan yang dilakukan melalui sifatnya.
Menurut
Adi Sujatna, (2013:13),
kepemimpinan meliputi
proses mempengaruhi dalam menetukan
tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan,
mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budaya.
Selanjutnya Ermaya Suradinata, (1997:10). Kepemimpinan merupakan salah satu kunci
penentu keberhasilan manusia di setiap tingkatan dalam organisasi secara
pribadi maupun dalam konteks kehidupan social dan kepemimpinan merupakan inti
dari manajemen dan sangat di pengaruhi oleh ciri kepribadian seseorang, karena
itu, kualifikasi kepribadian dalam kepiemimpinan merupakan fenomena yang sangat
menentukan. proses kegiatan mempengaruhi orang–orang agar mengikuti proses
kegiatan pemerintah dalam dalam rangka mencapi tujuan yang telah d tentukan
sebelumnya.
Berdasarkan teori diatas Penulis dapat
disimpulkan kepemimpinan merupakan salah satu kunci penentu keberhasilan
manusia disetiap tingkatan dalam organisasi, secara pribadi maupun dalam
kehidupan social. Serta kepemimpinan juga merupakan pengetahuan yang sangat
penting untuk diperaktekkan setiap saat. Mewujudkan tujuan organisasi, karena
kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpin untuk menggerakkan dan
mengarahkan orang dengan senin dan tenik
tertentu untuk mencapai tujuan organisai. Melalui indikator-indikator ini
seorang pemimpin berfikir kereaktif,
inovatif, profesional, dan kerterbukaan diri serta bertanggungjawabkan dalam
tugas dan fungsi organisasi.
1.
Tugas
kepemimpinan
Tugas kepemimpinan
padasarnya melibuti dua bidang utama, yaitu pencapaian tujuan kepemimpinan dan
kekompakan orang yang dipimpinnya. Dan tugas berhubungan dengan pekerjaan
disebut relationship function. Tugas
yang berhubungan dengan kekompakan disebut relatinship
unction.
Menurut
keating (1986:9) mengatakan bahwa tugas kepemimpinan yang berhubungan dengan
kelompok yaitu: (1) memulai (initating)
usaha agar kelompok mulai kegiatan atau grakan tertentu. (2) mengatur (regulating) yaitu tindakan untuk mengatur arah dan
langkah kegiatan kelompok, (3) memberitahu (informating) yaitu kegiatan memberi
informasi, data, fakta, yang dapat melakukan oleh para anggota, (4) mendukung (supporting) yaitu usaha untuk
menerima gagasan, pendapat, usul dari bawahan dan menyempurnakannya dengan
menambah atau mengurangi untuk digunakan dalam rangka penyelesasian tugas
bersama, (5) menilai (evaluating) yaitu tindakan untuk menguji gagasan, yang
mucul atau cara kerja yang diambil dengan menunjukkan konsekuensi konsekuensinya dan untung
ruginya dan. (6) menyimpulkan (summrizing) yaitu kegiatan untuk mengumpulkandan merumuskan gagasan,
pendapat dan usul yang mucul, sebagai menyimpulkannya landasanuntuk memikirkan
lebih lanjut.
Lebih
lanjut keating (1986:9), mengatakan
bahwa tugas kepemimpinan yang berhubungan dengan kekompakan dalam kelompok
antara lain yaitu; (1). mendorong, (2). Mengungkapkan perasaan, (3).
Mendamaikan, (4). Mengalah, (5). Memberlancar, dan (6). Memasang aturan main.
Berdasarkan
teori diatas tugas kepemimpinan Adalah seorang pemimpin mengordinasiakan pelaksanan
tugas dan fungsinya organisai melalui Koodinasikan pelaksanan aktivitas kerja organisasi, Mengisi
kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam pola dan struktur organisasi yang
dipimpiny, Mengatasi
dan melakukan penyesuaian-penyesuaian akibat perubahan yang terus menerus
mengenai situasi, kondisi dan lingkungan serta
semua aspek. Mengadakan
penyempurnaan - penyempurnaan sebagai akibat dinamika dan perkembangan
organisasi intern. Melakukan pengisian yang disebabkan perolahan (keluar
masuk) sumber daya manusia dalam organisasi. Memperikan
pengawasan secara keseluruhan.
2. The Leadership
Stoner
(1996:165) mengatakan bahwa fungsi kepemimpinan adalah agar seorang beroperasi
secara efektif kelompok memerlukan seseorang utnuk melakukan dua hal fungsi
utama yaitu (1) berhubungan dengan tugas atau memecahkan masalah, (2).
memelihara kelompok atau sosial, yaitu tindakan seperti menyelesaikan
perselisihan dan memastikan bahwa induvidu merasa dihargaioleh kelompok.
Pendapat Wirawan (2003), mengatakan fungsi kepemimpinan adalah: (a) menciptakan visi; (b) mengembangkan budaya organisasi; (c) menciptakan sinergi; (d) memberdayakan pengikut; (e) menciptakan perubahan; (f) memberi motivasi pengikut; (g) mewakili sistem sosial; dan (h) membelajarkan organisasi.
Menurut Rivai. (2006:96). Memberikan beberapa contoh tetang
fungsi kepemimpinan yaitu: 1. menciptakan visi dan rasa komunitas, 2. membantu
mengembangkan komitmen dari pada sekedar memenuhinya, 3. Menginspirasi kepercayaan, mengintegrasikan pandangan yang
belainan, 4. Mendukung pembicaraan yang cakap melalui dialog, 5 membentuk
menggunakan pengaruh mereka, 6. memfasilitas, 7. Member semangat pada yang
lain, 8. menopang tim dan 9. bertindak sebagai model.
Menurut Adair. (2008:11). Fungsi kepemimpinan yaitu: (1.)
perencanaan, adalah a. Mencari semua informasi yang tersedia, b.
menindetifikasi tugas, c. Maksud dan tujuan kelompok, d. Membuat rencana yang
dapat terlaksana (dalam kerangka membuat keputusan yang tepat. (2.) Pemrakarsaan
adalah a. Memberikan pengarahan pada kelompok mengenai sasaran dan rencana, b.
Menjelaskan mengapa menetapkan sasaran atau rencana merupakan hal yang penting,
c. Membagi tugas pada anggota kelompok, dan d. Menetapkan standar kelompok.
(3.) Pangendalian, adalah a. Memelihara antara kelompok, b. Mempengaruhi tempo,
c. Memastikan semua tindakan diambil dalam upaya menraih tujuan, d. Menjaga revensi diskusi dan e. Dorongan
kelompok mengambil tindakan atau keputusan. (4.) Pendukung, adalah a. mengungkapkan
pengakuan terhadap orang dan kotribusi mereka, b. Memberikan semangat pada
kelompok atau individu, c. Menciptakan semanta tim, d. Meredakan ketegangan
dengan humor, dan e. Merukunkan perselisihan atau meminta orang lain
menyedikinya. (5.) Penginformasikan, yaitu a. Memperjelas tugas dan rencana, b.
Memberi informasi baru pada kelompok seperti melihat mereka, c. Mencari
informasi dari kelompok, membuat ringkasan atas usul dan gagasan yang masuk
akal. Dan (6.) Mengevaluasi. Adalah a. mengevaluasi kelayakan gagasan, b. menguji
konsekuensi solusi yang diusulkan, c. mengevaluasi potensi kelompok, dan d. membantu
kelompok mengevaluasi sendiri prestasi mereka berdasarkan standar yang ada.
Menurut Siagian. (2003:48-70) Fungsi kepemimpinan yaitu; 1. Pimpinan
sebagai penetu arah, 2. Pimpinan sebagai wakil dan juru bicara dibirokrasi 3.
pimpinan sebagai komunnikator yang efektif 4. Pimpinan sebagai mediator dan
pimpinan integrator.
Menurut Wirawan (2000;16) kepemimpinan adalah proses
pemimpin menciptakan visi, misi ,strategi ,
sasaran tujuan dan mempengaruhi sikap
dan prilaku pengikut untuk merealisir /Penciptaan Visi;
3.
Faktor faktor yang mempengaruhi kepemimpinan
Faktor – faktor yang mempengaruhi
perilaku kepemimpinan suatu tututan suatu situasi kondisi lingkungan
masayarakat alama, teknologi, organisasi dan faktor yang mempengaruhi
kepemimpinan ada dua faktor yaitu: (1) oleh kondisi yang datang dari luar
(lingkungan) dan (2) kepentingan yang disadari (dari dalam) oleh yang
bersangutan, menurut Ndraha (1997:36).
Sejalan dengan pendapat Hadari tersebut,
Poernomosidhi Hadjisarosa (1980:33) selanjutnya merinci faktor-faktor yang
mempengaruhi perilaku kepemimpinan yang tidak dapat dilepaskan dari sifat
kepemimpinan itu sendiri. Faktor-faktor tersebut, adalah sebagai berikut:
1. Dapat menyelesaikan pekerjaar} melalui orang lain; a. harus menguasai bidang kerjanya (tanpa kecuali), b. bersikap ulet, c. di imbangi dengan keluwesan
2. Melalui orang lain ; a. mampu berorganisasi , b. mampu berkomunikasi , c. bersikap manusiawi
3. Dalam kerangka tanggung jawab ; a. melakukan tugas secara proporsional , b. dapat dipercaya , c. berjiwa stabil.
4. Disertai dengan
kepribadian; a. dapat memelihara dan
mengembangkan entusiasme b. bersikap tanggap dan c. Tenang
5. Dan penanganan ke dalam; a. bersikap obyektif , b. mampu mengkoreksi diri , c. merasa dapat diganti .
6. Dengan keseimbangan dalam pertimbangan ; a. keseimbangan antara keuletan dan pengertian , b. keseimbangan antara pengetahuan dan tindakan c. kesimbangan antara kemajuan dan etika .
7. Dan kelebihan dalam wawasan;
a. dalam membawakan produktivitas kerja pegawai , b. dalam menjangkau gambaran masa depan , c. Ketangguhan dalam menghadapi tantangan bera.
Cara membentuk perilaku kepemipinan menurut Robbins (3003:59), ada 4
(empat) yaitu; (1) penguatan positif, (2). Penguatan negative, (3) hukum, dan
(4). Pemunahan. Sedangkan Dessler (1997: 99) mengatakan bahwa perilaku manusia
terbentuk melalui proses adanya kebutuhan dan keinginan, motivasi, sikap, dan
niat.
Kowalski dkk. (2008: 25-46)
menguraikan faktor-faktor dalam tataran individu, organisasi, dan sosial. Pada tataran individu, faktor-faktor yang mempengaruhi adalahpengetahuan dan keterampilan, karakteristik pribadi, nilai-nilai
yang diyakini, penyimpangan, dan gaya dalam membuat keputusan. Variabel
organisasi mencakup iklim dan budaya, politik organisasi, ancaman
dan resiko, Ketidak-pastian,
kerancuan, dan pertikaian. Sedangkan yang mencakup variabel sosial
adalah kebutuhan resmi, meta –value, politik, dan ekonomi.
Menurut Teori faktor- faktor yang
mempengaruhi kepemimpinan merupakan
menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan dapat bersifat (1)
berorientasi pada tugas (task oriented sryle) dan (2)
berorientasi pada bawahan (employee oriented style).




Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking