Dinsdag 11 November 2014

TEORI KEPEMIMPIN HUGILOKON

Hakikat Kepemimpinan Camat
kepemimpinan camat adalah tampilan maksimal melebihi apa yang diharapkan dari aktivitas yang dilakukan oleh pemimpin untuk mempunyai kemampuan dan ketarmilan  dalam mempengaruhi serta penggerakkan dan berinteraksi setiap kelompok anatu pengikutnya  dalam rangka mencapai tujuan  organisasi yang telah ditentukan dengan yaitu; (1) Handal, (2) Pengaruh, (3) Dorongan, (4) Petunjuk, (5) efesien dan efektif.
Menurut Ryaas Rasyid Muhammad (2000:95)
Mendefinisikan kepemimpinan adalah sebuah konsep yang merangkum berbagai segi dari interaksi pengaruh antara pemimpin   dengan   pengikut  dalam mengejar tujuan bersama.

Menurut  Kartono dalam Harbani Pasolong, (2008:84)
kepemimpinan adalah penggeneralisasian suatu seni perilaku pemimpin beserta konsep-konsep kepemimpinannya, dengan menampilkan latar belakang kemunculan pemimpin dan kepemimpinan.

Menurut Nawawi Handari, (2004:9). Kepemimpinan merupakan kemampuan  atau kecerdasan, mendorong,  sejumlah orang  (dua orang atau lebih) agar bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terarah pada tujuan bersama.
Menurut Ermaya Suradinata, 2002:9). Kepemimpinan adalah kepemimpinan selalu memiliki tiga unsur yaitu:
1.   unsur  manusia, yaitu manusia yang melaksanakan kegiatan memimpin atas sejumlah manusia lain atau manusia  yang   memimpin   dan   yang  dipimpin,
2.    unsur sarana,   yaitu prinsip dan teknik Kepemimpinan yang digunakan dalam pelaksanaan kepemimpinan, termasuk bakat dan pengetahuan serta pengalaman pemimpin tersebut dan
3.    unsur tujuan, merupakan sasaran kearah mana kelompok manusia tersebut akan digerakkan menuju kesuatu maksud tertentu yang hendak dicapai bersama.
Menurut Siagian, (1995:24).
Kepemimpinan merupakan kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain, terutama bawahannya, untuk berpikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi.

Menurut Moenir , (1998: 18) Kepemimpinan pada dasarnya memiliki pokok pengertian sebagai sikap, kemampuan, proses, atau konsep yang dimiliki oleh seseorang sedemikian rupa sehingga ia ditakuti, dipatuhi, dihormati dan disayangi oleh orang lain dan orang itu bersedia dengan penuh keikhlasan melakukan perbuatan atau kegiatan yang diinginkan oleh orang tersebut.
Menurut Armstrong, (1999:90). Kepemimpinan adalah sesuatu mengenai mendorong dan membangkitkan individu dan kelompok untuk berusaha sebaik  baiknya untuk mencapai hasil yang diinginkan. Semua manajer berdasarkan adalah pemimpin dalam arti bahwa mereka hanya melakukan apa yang harus mereka lakukan dengan dukungan kelompok mereka, yang harus diberi inspirasi dan dipersuasi untuk mengikuti mereka. Kepemimpinan diperlukan karena seseorang harus menunjukkan jalan dan bahwa orang yang sama harus memastikan bahwa setiap orang yang berkepentingan tiba disana. Kemampuan mempengaruhi sikap orang lain, apakah dia pegawai bawahan, rekan sekerja atau atasan.Adanya pengikut yang dapat dipengaruhi, baik oleh ajakan, anjuran, bujukan, sugesti, pemerintah, saran atau bentuk lainnya. Adanya tujuan yang hendak dicapai.
Sesuai teori diatas dapat disimpulkan kepemimpinan proses mempengaruhi dan berinteraksi pengikut untuk mencapai tujuan oraganisasi melalui, Menciptakan visi dan misi, Menciptakan strategis, Memberi motivasi pengikut, Memberdayakan pengikut, kemampuan dan keterampilan, serta keberhasilan, mencapai tujuan, karena adanya dorongan, semangat, keterbukan, keyakinan, komidmen, kejujuran, serta kepercayaan yang konsisten dalam pelaksanaan organisasi secara kebersamaan untuk mewujudkan tujuan organisasi yang berhasil guna.
Menurut Kartini Kartono, (2005:153)
 menyatakan Kepemimpinan Adalah “kemampuan untuk memberikan pengaruh yang konstruktif pada orang lain untuk melakukan satu usaha kooperatif mencapai tujuan yang sudah di rencanakan” .

Selanjutnya Menurut  Kartini  Kartono. (2006:38).  
Pemimpin  adalah  seorang  peribadi  yang  memiliki  kebaikan  dan  kelebihan  khususnya di suatu bidang  sehingga  ia  mampu   menpengaruhi  orang-orang  lain  untuk  bersama-sama  melakukan  aktivitas-aktivitas  tertentu, demi  pencapaian  satu  atau beberapa  tujuan kepemimpinan efektif adalah kegiatan mempengaruhi orang - orang agar mereka suka berusaha mencapai tujuan–tujuan kelompok mempengaruhi orang – orang agar mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkannya.

Pendapat Menurut Triantoro Safari, (2004:10)
 Kepemimpinan merupakan salah satu fenomena yang mudah dan diobservasi, tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit untuk dipahami.

Menurut  Sutarto, (2006:25). Definisi Kepemimpiana merupakan rangkaian  penataan  berupa  kemampuan  mempengaruhi  perilaku  orang  lain  dalam  situasi tertentu agar  bersedia  pekerja  sama  untuk  mencapai  tujuan  yang  telah  ditetapkan.
Menurut Hadari Nawawi dan M. Martini Hadari. (2006:11).
Kepemimpinan  diartikan  sebagai proses pemberian motivasi agar orang-orang  yang dipimpin  melakukan  kegiatan atau pekerjaan sesuai  dengan  program  yang  ada  telah  ditetapkan  dan  kepemimpinan  juga  mengarahkan,  membimbing, mempengaruhi orang  lain,  agar  pikiran dan  kegiatannya  tidak  menyimbang dari tugas  pokok  unit atau  bidangnya  masing-masing.
Berdasarkan definisi diatas kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi orang lain serat memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi untuk mampu menanamkan loyalitas yang tulus kepada bawahan atau anggota organisasi namun mencapai hasil organisasi adanya dorongan, semangat, keterbukaan, berpartisipasi dan keyakinan, komidmen, kejujuran, serta kebercayaan yang konsisten dalam pelaksanaan organisasi secara kebersamaan.
MENURUT Veithzal Rivai, MBA (2008: 1-3).
Mendefinisikan kepemimpinan merupakan kepemimpinan secara luas melibuti proses mempengaruhi dalam menetukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi dan memperbaiki kelompok dan budaya.

Menurut Ermaya Suradinata. (1997:39).
Kepemimpinan merupakan inti proses pengendalian atau sering disebut inti dari manajemen. Melalui tingkah laku dalam tugas seorang pemimpin  dapat diketahui cara porses mengendalikan proses kegiatan, misalnya cara member tahu apa yang harus dilakukannya, dilihat dari perilaku dan kepribadiannya yang sulit untuk berubah, sehingga mudah untuk memperkirakan kepemimpinan yang dilakukan melalui sifatnya.

Menurut Adi Sujatna, (2013:13),
kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi  dalam menetukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budaya.

Selanjutnya Ermaya Suradinata, (1997:10). Kepemimpinan merupakan salah satu kunci penentu keberhasilan manusia di setiap tingkatan dalam organisasi secara pribadi maupun dalam konteks kehidupan social dan kepemimpinan merupakan inti dari manajemen dan sangat di pengaruhi oleh ciri kepribadian seseorang, karena itu, kualifikasi kepribadian dalam kepiemimpinan merupakan fenomena yang sangat menentukan. proses kegiatan mempengaruhi orang–orang agar mengikuti proses kegiatan pemerintah dalam dalam rangka mencapi tujuan yang telah d tentukan sebelumnya.
Berdasarkan teori diatas Penulis dapat disimpulkan kepemimpinan merupakan salah satu kunci penentu keberhasilan manusia disetiap tingkatan dalam organisasi, secara pribadi maupun dalam kehidupan social. Serta kepemimpinan juga merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk diperaktekkan setiap saat. Mewujudkan tujuan organisasi, karena kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpin untuk menggerakkan dan mengarahkan orang  dengan senin dan tenik tertentu untuk mencapai tujuan organisai. Melalui indikator-indikator ini seorang pemimpin berfikir kereaktif, inovatif, profesional, dan kerterbukaan diri serta bertanggungjawabkan dalam tugas dan fungsi organisasi.
1.   Tugas kepemimpinan
Tugas kepemimpinan padasarnya melibuti dua bidang utama, yaitu pencapaian tujuan kepemimpinan dan kekompakan orang yang dipimpinnya. Dan tugas berhubungan dengan pekerjaan disebut relationship function. Tugas yang berhubungan dengan kekompakan disebut relatinship unction.
Menurut keating (1986:9) mengatakan bahwa tugas kepemimpinan yang berhubungan dengan kelompok yaitu: (1) memulai (initating) usaha agar kelompok mulai kegiatan atau grakan tertentu. (2)  mengatur (regulating)  yaitu tindakan untuk mengatur arah dan langkah kegiatan kelompok, (3) memberitahu (informating) yaitu kegiatan memberi informasi, data, fakta, yang dapat melakukan oleh para anggota, (4)   mendukung (supporting) yaitu usaha untuk menerima gagasan, pendapat, usul dari bawahan dan menyempurnakannya dengan menambah atau mengurangi untuk digunakan dalam rangka penyelesasian tugas bersama, (5) menilai (evaluating) yaitu tindakan untuk menguji gagasan, yang mucul atau cara kerja yang diambil dengan menunjukkan   konsekuensi konsekuensinya dan untung ruginya dan. (6) menyimpulkan (summrizing) yaitu kegiatan  untuk mengumpulkandan merumuskan gagasan, pendapat dan usul yang mucul, sebagai menyimpulkannya landasanuntuk memikirkan lebih lanjut.
Lebih lanjut  keating (1986:9), mengatakan bahwa tugas kepemimpinan yang berhubungan dengan kekompakan dalam kelompok antara lain yaitu; (1). mendorong, (2). Mengungkapkan perasaan, (3). Mendamaikan, (4). Mengalah, (5). Memberlancar, dan (6). Memasang aturan main.
Berdasarkan teori diatas tugas kepemimpinan Adalah seorang pemimpin mengordinasiakan pelaksanan tugas dan fungsinya organisai melalui Koodinasikan pelaksanan aktivitas kerja organisasi, Mengisi kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam pola dan struktur organisasi yang dipimpiny, Mengatasi dan melakukan penyesuaian-penyesuaian akibat perubahan yang terus menerus mengenai situasi, kondisi dan lingkungan serta  semua aspek. Mengadakan  penyempurnaan - penyempurnaan sebagai akibat dinamika dan perkembangan organisasi intern. Melakukan pengisian yang disebabkan perolahan (keluar masuk) sumber daya manusia dalam organisasi. Memperikan pengawasan secara keseluruhan.
2. The   Leadership
Stoner (1996:165) mengatakan bahwa fungsi kepemimpinan adalah agar seorang beroperasi secara efektif kelompok memerlukan seseorang utnuk melakukan dua hal fungsi utama yaitu (1) berhubungan dengan tugas atau memecahkan masalah, (2). memelihara kelompok atau sosial, yaitu tindakan seperti menyelesaikan perselisihan dan memastikan bahwa induvidu merasa dihargaioleh kelompok.
Pendapat Wirawan (2003), mengatakan fungsi kepemimpinan adalah: (a) menciptakan visi; (b) mengembangkan budaya organisasi; (c) menciptakan sinergi; (d) memberdayakan pengikut; (e) menciptakan perubahan; (f) memberi motivasi pengikut; (g) mewakili sistem sosial; dan (h) membelajarkan organisasi.
Menurut Rivai. (2006:96). Memberikan beberapa contoh tetang fungsi kepemimpinan yaitu: 1. menciptakan visi dan rasa komunitas, 2. membantu mengembangkan komitmen dari pada sekedar memenuhinya, 3. Menginspirasi  kepercayaan, mengintegrasikan pandangan yang belainan, 4. Mendukung pembicaraan yang cakap melalui dialog, 5 membentuk menggunakan pengaruh mereka, 6. memfasilitas, 7. Member semangat pada yang lain, 8. menopang tim dan 9. bertindak sebagai model.

Menurut Adair. (2008:11). Fungsi kepemimpinan yaitu: (1.) perencanaan, adalah a. Mencari semua informasi yang tersedia, b. menindetifikasi tugas, c. Maksud dan tujuan kelompok, d. Membuat rencana yang dapat terlaksana (dalam kerangka membuat keputusan yang tepat. (2.) Pemrakarsaan adalah a. Memberikan pengarahan pada kelompok mengenai sasaran dan rencana, b. Menjelaskan mengapa menetapkan sasaran atau rencana merupakan hal yang penting, c. Membagi tugas pada anggota kelompok, dan d. Menetapkan standar kelompok. (3.) Pangendalian, adalah a. Memelihara antara kelompok, b. Mempengaruhi tempo, c. Memastikan semua tindakan diambil dalam upaya menraih  tujuan, d. Menjaga revensi diskusi dan e. Dorongan kelompok mengambil tindakan atau keputusan. (4.) Pendukung, adalah a. mengungkapkan pengakuan terhadap orang dan kotribusi mereka, b. Memberikan semangat pada kelompok atau individu, c. Menciptakan semanta tim, d. Meredakan ketegangan dengan humor, dan e. Merukunkan perselisihan atau meminta orang lain menyedikinya. (5.) Penginformasikan, yaitu a. Memperjelas tugas dan rencana, b. Memberi informasi baru pada kelompok seperti melihat mereka, c. Mencari informasi dari kelompok, membuat ringkasan atas usul dan gagasan yang masuk akal. Dan (6.) Mengevaluasi. Adalah a. mengevaluasi kelayakan gagasan, b. menguji konsekuensi solusi yang diusulkan, c. mengevaluasi potensi kelompok, dan d. membantu kelompok mengevaluasi sendiri prestasi mereka berdasarkan standar yang ada.
Menurut Siagian. (2003:48-70)  Fungsi kepemimpinan yaitu; 1. Pimpinan sebagai penetu arah, 2. Pimpinan sebagai wakil dan juru bicara dibirokrasi 3. pimpinan sebagai komunnikator yang efektif 4. Pimpinan sebagai mediator dan pimpinan integrator.
Menurut Wirawan (2000;16) kepemimpinan adalah proses pemimpin menciptakan visi, misi ,strategi , sasaran tujuan dan mempengaruhi sikap dan prilaku pengikut untuk merealisir /Penciptaan Visi;
3.   Faktor faktor yang mempengaruhi kepemimpinan
Faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku kepemimpinan suatu tututan suatu situasi kondisi lingkungan masayarakat alama, teknologi, organisasi dan faktor yang mempengaruhi kepemimpinan ada dua faktor yaitu: (1) oleh kondisi yang datang dari luar (lingkungan) dan (2) kepentingan yang disadari (dari dalam) oleh yang bersangutan, menurut Ndraha (1997:36).
Sejalan dengan pendapat Hadari tersebut, Poernomosidhi Hadjisarosa (1980:33) selanjutnya merinci faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kepemimpinan yang tidak dapat dilepaskan dari sifat kepemimpinan itu sendiri. Faktor-faktor tersebut, adalah sebagai berikut:
1.      Dapat menyelesaikan pekerjaar} melalui orang lain; a. harus menguasai bidang kerjanya (tanpa kecuali), b. bersikap ulet, c. di imbangi dengan keluwesan
2.      Melalui orang lain ; a. mampu berorganisasi , b. mampu berkomunikasi , c. bersikap manusiawi
3.      Dalam kerangka tanggung jawab ; a. melakukan tugas secara proporsional , b. dapat dipercaya , c. berjiwa stabil.
4.     Disertai dengan kepribadian; a. dapat memelihara dan mengembangkan entusiasme b.  bersikap tanggap dan c. Tenang
5.       Dan penanganan ke dalam; a. bersikap obyektif , b. mampu mengkoreksi diri , c. merasa dapat diganti .
6.      Dengan keseimbangan dalam pertimbangan ; a. keseimbangan antara keuletan dan pengertian , b. keseimbangan antara pengetahuan dan tindakan c. kesimbangan antara kemajuan dan etika .
7.     Dan kelebihan dalam wawasan;
a. dalam membawakan produktivitas kerja pegawai , b. dalam menjangkau gambaran masa depan , c. Ketangguhan dalam menghadapi tantangan bera.

Cara membentuk perilaku kepemipinan menurut Robbins (3003:59), ada 4 (empat) yaitu; (1) penguatan positif, (2). Penguatan negative, (3) hukum, dan (4). Pemunahan. Sedangkan Dessler (1997: 99) mengatakan bahwa perilaku manusia terbentuk melalui proses adanya kebutuhan dan keinginan, motivasi, sikap, dan niat.
Kowalski dkk. (2008: 25-46) menguraikan faktor-faktor dalam tataran individu, organisasi, dan sosial. Pada tataran individu, faktor-faktor yang mempengaruhi adalahpengetahuan dan keterampilan,  karakteristik pribadi, nilai-nilai yang diyakini, penyimpangan, dan gaya dalam membuat keputusan. Variabel organisasi mencakup iklim dan budaya,  politik organisasi, ancaman dan resiko, Ketidak-pastian, kerancuan, dan pertikaian.  Sedangkan yang mencakup variabel sosial adalah kebutuhan resmi, meta –value, politik, dan ekonomi.  

Menurut Teori faktor- faktor yang mempengaruhi kepemimpinan  merupakan menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan dapat bersifat (1) berorientasi pada tugas (task oriented sryle) dan (2) berorientasi pada bawahan (employee oriented style).




Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking